Senin, 26 November 2012

IDIOPATHIC THROMBOCYTOPENIC PURPURA



Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) merupakan penyakit yang cenderung menyerang wanita,penderita harus hidup ekstra hati-hati ,menghindari pencentus kekambuhan ,sebab salah langkah sedikit saja bisa menyebabkan pendarahan hebat.
Secara harfiah Idiopathic berarti tidak diketahui penyebabnya.Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki keeping darah (trombosit) yang berperan dalam pembekuan darah,sedangkan Purpura berarti luka memar.Secara Medis ITP diartikan suatu kelainan pada sel pembekuan darah,,yakni trombosit yang jumlahnya menurun sehingga menimbulkan pendarahan,pendarahan yang terjadi umumnya pada kulit berupa bintik merah hingga ruam kebiruan,selain itu kadang bisa terjadi mimisan dan gusi berdarah.
Penyebab ITP tidak diketahui dengan pasti ,mekanisme yang terjadi melalui pembentukan antibody yang menyerang sel trombosit sehingga sel trombosit mati.Normalnya seseorang memiliki trombosit 150-450 ribu per mikroliter darah,pada penderita kelainan ini jumlah trombosit turun jauh dari normal,bisa hanya 20 ribu atau 25 ribu per mikroliter darah.
JENIS ITP
ITP ada dua jenis,yakni ITP akut dan kronik ,untuk membedakan antara keduanya ialah batasan waktu.jika sembuh dibawah 6 bulan disebut akut sedangkan bila lebih dari 6 bulan disebit kronik.
ITP akut sering terjada pada anak-anak usia 2-8 tahun, akan sembuh dalam waktu 6 bulan,sedangkan ITP kronik biasanya menyerang wanita usia reproduksi,yakni dibawah 35 tahun ,namun belakangan ITP juga bisa menimpa pria,hanya prosentasenya sangat kecil,sekitar 2%,tidak diketahui dengan pasti mengapa penyakit ini lebih sering menyerang wanita.
Sekalipun sering ditemukan pasien ITP ,tetapi hingga kini di Indonesia belum ada data resmi tentang jumlah penderita ITP.
MIRIP DEMAM BERDARAH
Menurunnya jumlah trobosit pada penderita ITP,orang awam sering menyalahtafsirkan sebagai demam berdarah ,hal ini terjadi sebab penyakit popular yang ditandai penurunan trombosit ialah demam berdarah. Meski sama-sama ditandai gejala penurunan jumlah trombosit ,tetapi keduanya sangat berbeda,karena itu jangan sampai salah membedakan ITP dengan demam berdarah.
Yang membedakan keduanya ialah proses terjadinya kerusakan trombosit,kerusakan trombosit pada demam berdarah disebabkan adanya infeksi kuman Dengue,kuman itu ditularkan memlalui gigitan nyamuk Aides Aegypti Betina ,sedangkan kerusakan trombosit pada ITP karena diserang oleh Zat anti body yang dibentuk oleh tubuh sendiri sehingga jumlah trombosit menjadi berkurang.
Pembeda lainnya ,pada ITP gejalanya berupa bercak-bercak kemerahan atau ruam kebiruan di kulit sedangkan demam berdarah bila sudah parah berupa bintik-bintik merah terutama di badan.
Sementara pada demam berdarah, penderita mengalami demam dan penurunan trombosit tapi berangsur normal dalam delapan hari ,jika trombosit rendah lebih dari delapan hari harus dipikirkan kemungkinan lain salah satunya adalah ITP.
PENGOBATAN
ITP  jarang menyebabkan kematian. Kecuali pada trombosit rendah, pasien terpleset dan jatuh sehingga terjadi pendarahan otak. Risiko yang paling yang paling buruk terjadi ialah pendarahan ,misalnya mimisan.hal itu akan cepat teratasi jika segera mendapatkan pengobatan.
ITP umumnya tidak memerlukan pengobatan serius. Tetapi bila terjadi pendarahan dan jumlah trombosit menurun hingga dibawah 20 ribu mikro liter maka dianjurkan untuk transfuse trombosit.
Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah dengan pemberian kortikosteroid,dan obat ini dihentikan bila jumlah trombosit meningkat.
Penderita ITP perlu menghindari obat-obatan yang dapat meningkatkan terjadinya pendarahan,seperti aspirin. Perlu juga menghindari benturan yang membuat luka.
Bila jumlah trombosit sudah normal, penderita akan kembali bugar seperti sediakaladan mampu melakukan aktivitas seperti biasa. Namun tetap harus waspada!.penyakit ini mudah sekali kambuh.
Pemicu kekambuhan adalah stress dan kecapekan. Karena itu kalau penderita ingin bekerja ,hindari terlalu capek. Bila sudah terasa letih sebaiknya istirahat dulu sebentar,dan bilah tubuh sudah bugar bisa bekerja kembali. Hindari stress juga!itulah sebabnya penderita sebaiknya tidak bekerja ditempat yang tingkat stersnya tinggi.